Jumat, 03 Mei 2013

"Akrobat Pimpinan KPK. Mau Sampai Kapan?!" | by @Fahrihamzah

by Fahri Hamzah

  1. Akrobat pimpinan KPK tdk akan berhenti kecuali pada kasus yg kita lupakan.

  2. Permainan pimpinan KPK sdh terbukti dan tidak terasa. Ada interest pribadi, dendam, dll. Bukan hukum murni.

  3. Sebagai contoh: http://www.pkspiyungan.org/2013/05/sengkuni-kpk-kritik-terhadap-pks-busyro.html?m=1

  4. Saya mau bandingkan hambalang dengan kasus import sapi.

  5. Menarik dikaji karena KPK sekarang masuk ke kasus "ayu azhari" dan TPPU.

  6. Maksud KPK memang tdk bisa dipisah dari kegeraman BM. BM secara terbuka menyerang PKS. silahkan google.

  7. Kasus ini akan dibikin panjang dan digoreng lebih panjang dari hambalang. Ada unsur pengalihan juga.

  8. Kita jangan lupa bahwa kasus hambalang ini sdh proven dalam audit BPK dan panja hambalang DPR RI.

  9. Modus kasus ini yg bepusat pada figur nazaruddin yg adalah bendum partai + anggota DPR sdh terbukti dan dieksekusi.

  10. Dalam kasus import sapi, figur intinya adalah ahmad fatanah yg dalam BAP-nya mengaku sebagai makelar alias calo.

  11. Dalam kasus ahmad fatanah yg bersangkutan memang aktif melakukan "jual nama" LHI dan PKS.

  12. Dalam kasus hambalang, nama partai demokrat melekat pada diri nazar dan dia juga melekatkan nama SBY pada dirinya.

  13. Dan dalam kasus hambalang ada pengakuan terbuka dari nazar, pengurus partai, kurir dan sopir bahwa uang itu masuk partai.

  14. Sementara itu, KPK tidak pernah mengusut TPPU dari para terpidana hambalang yg sdh inkrach itu.

  15. Nazar tidak saja tidak diusut TPPU hartanya tapi juga tidak disentuh pemegang pundi2nya.

  16. Apalagi mau periksa "ayu azhari", sekjen partai, ketua2 Partai, aset angie, andi, dll dr pihak demokrat.

  17. Kasus ini hambalang hanya akan berhenti di anas sebagai hasil kompromi dalam KPK dgn penguasa. Dan tak ada TPPU.

  18. Adapun kepada PKS, dendam belum berbalas. Dan terlalu banyak yg berkepentingan partai ini bubar terutama BM.

  19. Keganjilan "penggorengan" teehadap kasus PKS ini akan jalan terus..kasus2 lain ditutup.

  20. KPK bukanlah pemberantas korupsi apalagi yg sistemik. KPK adalah mesin citra dan balas dendam.

  21. Hari ini orang belum percaya dgn apa yg saya katakan karena 85.000-an kasus yg ada di KPK siap diledakkan satu2.

  22. Setiap ledakan baru akan melahirkan tepuk tangan baru dan kita lupa bahwa kita tambah rapuh.

  23. IPK (Indeks Persepsi Korupsi) saja yg merupakan indikator sukses KPK terpuruk diikuti oleh kinerja ekonomi dan investasi global kita jatuh. (baca: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot)

  24. Sementara itu, KPK terus bisa menyembunyikan boroknya di balik PR asing yg bekerja untuknya.

  25. Orang2 suci semacam AS, BM dan BW di KPK perlu sadar diri. Seperti eyang subur. Ada batas kezaliman. Wallahu'alam.

*http://www.pkspiyungan.org/2013/05/akrobat-pimpinan-kpk-mau-sampai-kapan.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Random Post

Postingan Terkini